Karantina Pertanian Sulbar Gelar Bimtek Budidaya dan Percepatan Ekspor Komoditas Kakao dari Kabupate

By Admin Warta Kominfo 23 Sep 2021, 13:32:30 WIB Perekonomian
Karantina Pertanian Sulbar Gelar Bimtek Budidaya dan Percepatan Ekspor Komoditas Kakao dari Kabupate

Warta Kominfo SP, Polewali Mandar – Karantina Pertanian Sulawesi Barat menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya dan Percepatan Ekspor Komoditas Kakao dari Kabupaten Polewali Mandar, terlaksana di Hotel Ratih, Kamis, 23 September 2021. 

Adapun tujuan Bimtek ini, yaitu mensosialisasikan program strategis Kementerian Pertanian Gerakan Tiga kali Lipat Ekspor (Gratieks) komoditas pertanian, menjadikan komoditas kakao sebagai ragam baru komoditas ekspor Sulawesi Barat, selain sawit beserta turunannya, mendorong petani kakao dalam meningkatkan kualitas produksi dengan berorientasi ekspor, dan mendorong pemerintah daerah untuk memberikan dukungan agar komoditas kakao dapat diekspor dari Sulawesi Barat.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Polewali Mandar Sukirman Saleh, SH, MM menyampaikan, pihak Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar merasa ini merupakan angin segar, terkait dengan kegiatan ekspor, terutama untuk produksi kakao.

Baca Lainnya :

“Ekspor yang kita lakukan selama ini memang sudah ada, tetapi tentu belum maksimal, sehingga dengan adanya kegiatan ini, para eksportir yang ada di Polewali Mandar ini dapat semakin mengembangkan sayapnya. Kemudian, produk-produk yang kita lahirkan di Polewali Mandar bisa semakin banyak nanti variannya yang kita bisa ekspor keluar, seperti coklat dengan beberapa olahan yang ada. Mudah-mudahan dengan adanya bimbingan ini, kegiatan yang ada ini akan menambah ilmu pengetahuan wawasan kepada para petani coklat yang ada di Kabupaten Polewali Mandar yang termasuk para pengusaha, sehingga gerakan 3 kali lipat ekspor bisa terwujud, bahkan bisa lebih 4 kali lipat atau 5 kali lipat ke depan. Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar sangat berkomitmen mewujudkan ini,” ujarnya.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat, Abd. Waris Bestari, mengapresiasi atas hasil ekspor kakao di Kabupaten Polewali Mandar karena peningkatannya yang signifikan serta perlunya proses karantina produk sebelum ekspor, sehingga bebas dari hama dan penyakit. 

“Saya sangat optimis, karena berdasarkan data statistik yang ada, Polman memiliki luas area kakao yang sangat menjanjikan dan yang paling terluas daripada 6 kabupaten lainnya. Potensi kakao di Polman berada di Kecamatan Tapango, Luyo dan Tutar. Diharapkan ke depan banyak muncul petani-petani milenial yang diharapkan bisa menjadi pengusaha kakao,” ungkapnya.

drh. Indra Dewa, M.Si hadir mewakili Kepala Karantina Pertanian Sulawesi Barat mengatakan, perkembangan ekspor di Polewali mandar setiap tahunnya sangat signifikan, data dari BPS tahun ke tahun terus meningkat. Polewali Mandar dengan komitmen pemerintahnya, diharapkan bisa mewujudkan 3 kali lipat ekspor kakao. 

“Kakao Sulbar memang terkenal di manca negara, dalam hal ini konteksnya adalah bimtek kakao dengan percepatan ekspor bahwa Polman memang daerah yang sangat potensial. Berdasarkan data, baik volume hasil output yang diberikan, kualitasnya memang luar biasa, sehingga tadi yang disampaikan hingga menembus Swiss, Jepang, Malaysia. Namun, ada protokol yang harus kita bantu. Bimtek ini memberikan nuansa, pandangan dan masukan kepada petani kakao kita, bahwa untuk lebih membudidayakan kakao, sehingga memenuhi standar internasional,” jelasnya.

Kegiatan ini diikuti 35 peserta yang berasal dari unsur Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian RI, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, Narasumber dari Universitas Hasanuddin, Politeknik Negeri Pangkep, Pengusaha Kakao dan Petani Kakao di Kabupaten Polewali Mandar.

Tim Warta Kominfo SP Polewali Mandar





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook