Hidupkan Kembali Warisan Budaya Tuqduq, Disdikbud Gelar Workshop

By Admin Warta Kominfo 26 Mar 2021, 14:13:03 WIB Sosial Budaya
Hidupkan Kembali Warisan Budaya Tuqduq, Disdikbud Gelar Workshop

Warta Kominfo SP, Polewali Mandar - Dalam rangka menghidupkan kembali tari tradisional Tuqduq , Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Polewali Mandar menggelar Sosialisasi dan Workshop dengan Tema “Menghidupkan Kembali Warisan Budaya Tuqduq Tradisional”, bertempat di Aula Disdikbud Kabupaten Polewali Mandar, pada hari Kamis-Jum’at, 25-26 Maret 2021.

Tari Patuqdduq merupakan salah satu tarian tradisional yang ada di Polewali Mandar, Tarian ini, terbagi dua yakni Tuqduq Tommuane dan Tuqduq Tobaine,untuk tuqduq Tobaine terdiri dari 9 jenis diantaranya Tuqduq Kumba dengan gerakannya yang lemah gemulai dan menggunakan kipas serta selendang. Tarian ini, sering ditampilkan di berbagai acara, seperti acara pementasan dihadapan tamu Pemda , pertunjukan seni, dan festival budaya.

Eksistensi pelestarian Tari Klasik “Pattuqduq”  yang menyebabkan hampir punah yakni karna kurangnya pembina atau yang memahami gerakan Tuqduq serta penabuh gandrang.Tarian Pattuqduq hampir tidak digandrungi generasi muda karena dianggap membosankan, monoton, lambat, gemulai dan generasi muda cenderung mencintai tari yang cepat, tari kreasi, goyang rege, bahkan dance dan lain sebagainya, kemudian kurangnya grup/sanggar tari yang fokus mengkaji tari klasik dan menguasai tehnik pemukulan gendang yang asli, Pembina Pattuqduq harus menguasai tehnik, gerak, hingga  lagu yang mengiringi tuqduq.

Baca Lainnya :

Andi Nursami Masdar, Kepala Disdikbud Kabupaten Polewali Mandar menuturkan, tahun ini adalah tahun kedua pelaksanaan workshop tari tradisional yang ada di Polewali Mandar, tujuannya supaya tari tradisional yang dimiliki Polewali Mandar tidak punah dan bisa dilestarikan oleh anak didik yang berada di Polewali Mandar dan peserta workshop hari ini adalah para Guru dari tingkat SD dan SMP serta dari Sanggar Seni.

Kepala Disdikbud Kabupaten Polewali Mandar, ikut turun langsung membimbing peserta hingga memperbaiki gerakan peserta yang salah, karena Ia juga merupakan pelaku Tuqduq di Polewali Mandar.

“Harapan Saya, kepada peserta supaya setelah menerima atau mengikuti workshop bisa membagi ilmu yang didapatkan untuk anak didiknya. Begitupun dari Sanggar Seni bisa melestarikan kembali tari-tari tradisional yang dimiliki oleh Kabupaten Polewali Mandar,” Tutur Andi Nursami.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Polewali Mandar, Marendeng menyampaikan, karena masih dalam masa pademi Covid-19, sehingga peserta yang mengikuti workshop dibatasi.

Fitriani Ahmad, salah seorang peserta Workshop mengatakan, mengikuti kegiatan ini untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya Tari Tuqduq karena banyak sekali anak-anak yang belum tau apa itu Tuqduq.

“Jadi, kami ingin mengenalkan kepada siswa kami, nilai-nilai yang ada di dalamnya, apalagi mereka masih jarang melihat yang mana Tari Tuqduq, mungkin dari sini kita bisa mengajarkan, dan anak-anak bisa mempraktikkan, sehingga Tari Tuqduq ini bisa kembali terjaga dan dapat dilestarikan,” Ungkap Fitri.

Peserta workshop dibagi dalam tiga kelompok, dilatih oleh penari angkatan pertama. Workshop yang terselenggara, membuktikan bahwa pemerintah masih terus berupaya menghidupkan kembali kearifan lokal budaya daerah. Upaya ini, masih akan terus dilaksanakan Pemerintah demi melestarikan budaya di Kabupaten Polewali Mandar.

Tim Warta Kominfo SP Polewali Mandar




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook